Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | Desember 15, 2017

Lakon Wayang dan Kekinian

Beberapa waktu lalu, saya diajak untuk menonton pertunjukan wayang orang di gedung kesenian sebuah kota. Waktu itu, lakon yang dimainkan adalah “Geger Maespati”. Lakon ini berkisah tentang keinginan Rahwana yang ingin menikah lagi. Sayangnya wanita yang ingin dia nikahi adalah Dewi Citrawati, yang merupakan istri dari Prabu Sasrabahu,  Raja Maespati.

Bermula dari Rahwana yang sedang inspeksi ke negara-negara jajahannya mendapat musibah. Tendanya terkena banjir luapan air sungai, yang ternyata disebabkan karena dibendung Prabu Arjuna Sasrabahu yang sedang pacaran dengan istrinya. Rahwana marah dan ingin menantang duel Sasrabahu, ditambah dia terpesona dengan kecantikan Citrawati. Lalu terjadilah pertempuran itu. Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | November 26, 2017

Euforia Pasca Kemenangan Anies-Sandi

Ternyata setelah kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI, kita masih saja bisa menyaksikan keributan-keributan yang menyertainya. Baiklah, kalau dikatakan keributan mungkin terlalu berlebihan, kita sebut saja perdebatan. Nah, perdebatan-perdebatan yang muncul, baik di media sosial maupun di portal-portal berita bisa kita ikuti setiap hari. Mulai dari hal-hal yang remeh temeh tidak penting, seperti masalah sepatu, sampai masalah yang cukup penting, seperti masalah APBD.

Nah, masalahnya kritikan-kritikan yang diberikan kepada Anies-Sandi seringkali dilontarkan oleh para bekas pendukung pasangan Badja, yang kalah pada pilkada kemarin. Bahkan mereka sering menyebut pasangan Anies-Sandi dengan sebutan Gabener-Wagabener, plesetan dari Gubernur-Wakil Gubernur. Karena seringnya berasal dari pihak yang itu-itu saja, maka para pendukung Anies-Sandi pun selalu mengajak para temanAhok untuk move on dari pilkada DKI yang baru saja usai. Akan tetapi, perang masih saja berlangsung.
Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | September 26, 2017

Memulai Lagi

Dalam beberapa kali kesempatan mengikuti ceramah atau kajian keislaman. Sering kita dapati pembicara hanya menyampaikan sebuah ayat pendek atau hadits yang pendek. Akan tetapi, sang pembicara menjabarkan ayat atau hadits itu selama satu sampai 2 jam. Saya pribadi, jujur, kagum dengan pembicara model seperti ini, karena ini menandakan luasnya pengetahuan yang mereka miliki. Selain itu, kemampuan mereka menyambungkan kisah-kisah yang tepat dengan materi menandakan banyaknya buku-buku yang mereka habiskan. Apalagi, jika mereka mampu mengemasnya dengan tambahan joke-joke ringan sebagai selingan. Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | Januari 30, 2017

Bersama Hujan

Beberapa teman yang punya hobi menulis atau pernah punya hobi menulis mengatakan kalau hujan merupakan saat-saat dimana inspirasi mengalir dengan deras. Ada juga yang mengatakan ketika hujan turun, maka kenangan-kenangan akan masa lalu yang indah akan bangkit. Katanya hujan itu 90 % kenangan dan 10 % air.

Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | Januari 6, 2017

Memahami Wara Sembadra

Masih teringat dalam pikiran saya, bagaimana ketika Ki Dalang menggambarkan pandangan tokoh-tokoh di jagat pewayangan, memandang kecantikan Wara Sembadra. Sembadra itu, kalau sedang sendirian terlihat biasa saja. Tidak begitu cantik atau istimewa. Tetapi, kalau sedang berkumpul dengan istri-istri Pandawa lainnya, menjadi terlihat paling cantik. Konsep penggambaran yang waktu itu saya kebingungan untuk mencerna. Walaupun sekarang masih juga sebenarnya.

s54-sembadra_solo-1

Sembadra adalah gambaran ideal wanita priyayi Jawa, atau mungkin juga gambaran idel bagi wanita Jawa siapapun. Seorang wanita yang anggun, yang lemah lembut, yang tenang, yang sederhana, yang patuh kepada suami. Kalau ukurannya fisik tentu bersifat relatif. Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | November 17, 2016

Karna; Sang Martir ataukah Sang Oportunis?

Dalam pertemuan agung Kerajaan Astina menjelang kedatangan duta Pandawa, Prabu Kresna, yang datang untuk meminta hak Pandawa kembali. Prabu Duryudana telah meminta pendapat para sesepuh dan penasehat Astina tentang apa yang harus dia lakukan. Resi Bhisma berpendapat dengan ekstrim, yaitu meminta seluruh wilayah Astina dan Amarta dikembalikan kepada Pandawa. Satu usul yang jelas akan ditolak oleh Duryudana. Pandita Dorna berpendapat untuk membagi dua wilayah, yaitu dengan mengembalikan Amarta kepada Pandawa dan Astina tetap menjadi milik Duryudana. Usul yang sebenarnya paling masuk akal untuk diterima. Selanjutnya Prabu Salya, Raja Mandaraka, yang juga mertua Duryudana berpendapat selaras dengan Resi Bhisma. Tetapi, dia memberikan solusi yang konkrit, karena menawarkan Kerajaan Mandraka untuk dipimpin oleh Duryudana. Lagi pula, menurut Salya, luas wilayah Mandaraka tidak kalah dengan Astina baik dari segi kekayaan maupun jajahan.

karna

Adipati Karna

Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | November 7, 2016

Ringkasan Buku Rekayasa Sosial karya Jalaluddin Rakhmat (II)

Setelah 4,5 tahun berlalu akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan untuk menulis kembali bagian 2 dari ringkasan buku Rekayasa Sosial karya Jalaluddin Rakhmat. Nah, kira-kira dari jarak waktunya maka 4,5 tahun lagi bagian 3 baru akan saya ringkas. Ya semoga tidak selama itu.

Baiklah mari kita mulai

Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | Oktober 19, 2016

Sejenak Membicarakan Rindu

Setelah lama tidak membaca novel, entah kenapa suatu waktu ada novel milik teman sekantor yang tertinggal. Mungkin karena memang waktu itu sedang butuh hiburan, maka saya putuskan untuk membaca novel itu. Novel karangan Tere Liye berjudul “Rindu”. Sebenarnya sewaktu masih di Gunung Pati, sering sekali melihat tumpukan novel karangan Tere Liye. Namun kali ini, rasa-rasanya kok waktu itu saya merasa harus membaca buku sastra, dan kebetulan dihadapan ada novel ini, tentu dengan seijin empunya setelah membaca beberapa lembar awal sebagai langkah penjajakan.

cover-rinduTentu saja saya merasa tidak berkompeten untuk memberikan penilaian atau pun resensi tentang novel ini, kecuali diminta guru bahasa Indonesia mengerjakan tugas. Hehehe…… Tapi, mungkin sedikit-sedikit boleh kan?

Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | September 7, 2016

Restart Balotelli

Akhirnya, setelah tidak jelas siapa yang mau menampungnya, Mario Balotelli mendapatkan klub baru. Kali ini klub ini berbeda dengan klub-klub yang pernah dia bela sebelumnya. Balotelli, biasanya, akan bermain di klub-klub besar. Atau di klub-klub dengan reputasi besar, atau klub dengan dana besar. Dia pernah membela Internazionale, The Citizens, AC Milan, dan Liverpool. Tentu nama-nama klub ini akan lebih sering dan lebih akrab di telinga para pecinta sepak bola daripada OGC Nice, klub yang bermain di kasta pertama Liga Perancis. Baca Lanjutannya…

Oleh: bin Sugeng bin Tarno Suwito | Juni 16, 2016

Ekonomi Pengabdian Bernama Wiyata Bakti

Istilah ekonomi pengabdian adalah suatu istilah baru bagi saya. Bermula ketika teman saya curcol di dinding facebooknya. Dia mengucapkan selamat atas rekan-rekannya yang bulan ini akan menerima tiga kali gajian. Teman-teman yang dia maksud adalah para rekan guru PNS. Dia juga bercerita tentang keputusannya untuk tidak melanjutkan wiyata baktinya di suatu sekolah dasar, karena realitas yang dia hadapi. Gaji yang dia terima sebagai guru wiyata bakti tentu tidak cukup, karena dia sudah seorang kepala dan memiliki anak. Apalagi dia tidak bisa mencari penghasilan sampingan, karena harus jadi admin dapodik sekolah. Soal admin ini saya cuma mengira-ira.
Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori