Oleh: basukarna | Juni 16, 2016

Ekonomi Pengabdian Bernama Wiyata Bakti

Istilah ekonomi pengabdian adalah suatu istilah baru bagi saya. Bermula ketika teman saya curcol di dinding facebooknya. Dia mengucapkan selamat atas rekan-rekannya yang bulan ini akan menerima tiga kali gajian. Teman-teman yang dia maksud adalah para rekan guru PNS. Dia juga bercerita tentang keputusannya untuk tidak melanjutkan wiyata baktinya di suatu sekolah dasar, karena realitas yang dia hadapi. Gaji yang dia terima sebagai guru wiyata bakti tentu tidak cukup, karena dia sudah seorang kepala dan memiliki anak. Apalagi dia tidak bisa mencari penghasilan sampingan, karena harus jadi admin dapodik sekolah. Soal admin ini saya cuma mengira-ira.
Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | Maret 13, 2016

Mbah Tami Menggendong Rezeki

Di tengah pesatnya kemajuan alat transportasi, di tengah pekerjaan-pekerjaan manusia yang semakin dimudahkan dengan berbagai penemuan-penemuan. Ternyata masih ada sebagian dari kita yang masih bertahan sekuat tenaga, berusaha terus mengepulkan asap dapurnya dengan berprofesi sebagai buruh gendong.

Mbah Tami, merupakan salah seorang buruh gendong di Pasar Tawangmangu. Meskipun usianya sudah menganjak 70an tahun, dia masih setia menggeluti profesinya. Mbah Tami mulai bekerja sebagai buruh gendong semenjak anak pertamanya berusia 40 hari. Demi membantu suaminya, yang waktu itu bekerja di ladang. Penghasilan yang kurang mencukupi kebutuhan keluarga, membuat dia bertekad untuk meringankan beban sang suami. Apalagi dia tidak memiliki ladang sendiri untuk digarap, sehingga dia memutuskan untuk tetap menjadi buruh gendong.

Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | Desember 16, 2015

Masih tentang Demokrasi

Indonesia baru saja merayakan pesta rakyat. Tepatnya tangal 9 Desember 2015, dilaksanakan pilkada serentak untuk pertama kalinya. Di setiap daerah, rata-rata ini adalah kali kedua mereka memilih secara langsung para pemimpin daerah.

Akan tetapi, banyak fenomena-fenomena “unik” yang terjadi di beberapa daerah. Ada pilkada yang diikuti oleh dua orang pasangan calon, dimana calon bupatinya merupakan istri pertama dan istri kedua dari bupati sebelumnya. Ada juga karena suaminya sudah habis dua periode, istrinya maju sebagai calon bupati. Dan berbagai fenomena “unik” lainnya yang terjadi. Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | September 21, 2015

Istimewanya Haji, Catatan Pinggir

Di pagi hari tanggal 16 September 2015 kemarin, alun-alun Kabupaten Wonogiri dipenuhi dengan banyaknya kendaraan roda empat. Mereka adalah kendaraan yang mengantar rombongan haji dari kabupaten Wonogiri, baik calon jamaan haji maupun sanak saudaranya yang mengantar.

Ya, ibadah haji memang memaksa kita memberikan tempat tersendiri dalam menyikapi dan melaksanakan. Ibadah haji tentu saja dengan jelas terlihat begitu istimewa di mata muslimin di Indonesia, jika dibandingakan dengan rukun Islam yang lain. Keistimewaan itu muncul karena memang keadaan membuatnya demikian. Dan kenapa saya tertarik membahasnya, itu karena kebetulan kedua orang tua saya tahun ini, 2015, berangkat ibadah haji. Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | Agustus 5, 2015

Sakit dan Syukur

Teringat akan sebuah syair yang dinyanyikan oleh edcoustic. Sebait syair yang menggambarkan tentang sebuah do’a dan harapan terhadap rasa sakit yang diderita.

“..sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku…”

Tentu saja ini beradasar pada hadits dari Rasulullah saw.

Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | April 29, 2015

Muhasabah dan Pilar-pilarnya

Siapa pun yang mengadakan perjalanan kepada Allah tidak lepas dari empat persinggahan, yaitu al-yaqzhah, al-bashirah, al-fikrah dan alazm. Empat persinggahan ini tak ubahnya pilar bagi suatu bangunan. Perjalanan tidak akan sampai kepada-Nya kecuali dengan melewati empat persinggahan ini, tak ubahnya perjalanan secara nyata yang harus melewati beberapa etape. Orang yang hanya menetap di kampung halaman-nya, tidak berpikir untuk mengadakan perjalanan kecuali dia sadar dari kelalaiannya untuk mengadakan perjalanan. Jika sudah memiliki kesadaran, maka dia harus mengetahui segala urusan tentang perjalanannya, bahaya, manfaat dan kemaslahatannya. Kemudian dia berpikir untuk mengadakan persiapan dan mencari bekal. Kemudian dia harus memiliki tekad yang bulat. Jika tekad dan maksudnya sudah bulat, maka dia mulai beralih ke persinggahan muhasabah, atau memilah antara bagiannya dan kewajibannya. Dia boleh mengambil apa yang menjadi bagiannya dan harus melaksanakan kewajibannya. Sebab dia akan mengadakan perjalanan dan tidak akan kembali lagi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | April 22, 2015

Serat Tripama: Pantaskah Mereka?

Sewaktu kecil, ibu saya pernah mengajari satu tembang mocopat. Tembang itu adalah dhandanggula, yang berkisah tentang Patih Suwanda atau Bambang Sumantri yang berusaha memenuhi perintah Arjuna Sasrabau mencari syarat yang diminta sebagai maskawin untuk melamar Dewi Citrawati. Beberapa tahun beriktunya saya akhirnya tahu bahwa tembang itu adalah karya Mangkunegara IV. Dikemas dalam satu karya bernama Tripama.

Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | April 22, 2015

Dalang Wenang Ngatur Wayang

Ada satu pertanyaan yang menggelitik, pertanyaan itu adalah “Kenapa wayang itu, walaupun kumpul dalam satu kotak laki-laki dan perempuan, tetapi tidak ada yang hamil?”. Kalau dijawab bahwa karena mereka ini benda mati, tentu saja yang bertanya sudah tahu dan tidak akan bertanya masalah ini.

karna_tanding

Jawabannya adalah judul di atas. Karena tidak ada dalang yang mengaturnya. Karena tidak ada dalang yang membawakan ceritanya. Kalau ada dalang yang mengendalikan, bahkan karena meminum air kama pun bisa hamil. Seperti yang terjadi kepada Dewi Anjani yang hamil karena meminum air kama Bathara Guru.

Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | September 19, 2014

Abstrak Skripsiku heuheu :)

ABSTRAK

 

Setyawan, Mahardhika. 2014. Kefektifan Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran STAD Bermuatan Karakter pada Materi Teorema Pythagoras Kelas VIII SMP N 26 Semarang. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Prof. Drs. YL Sukestiyarno, M.S, Ph.D dan Pembimbing Pendamping Dra. Emi Pujiastuti, M.Pd.

Kata kunci: Keefektifan, Kerja Keras, Prestasi Belajar, STAD, Pendidikan Karakter. Baca Lanjutannya…

Oleh: basukarna | Agustus 20, 2014

Membicarakan ISIS – Catatan Diskusi

Ramai-ramainya ISIS diberitakan oleh media-media di tanah air, membuat KAMMI Semarang pun juga tertarik untuk menggetahui lebih lanjut tentang gerakan yang sebenarnya sudah mengubah namanya dari ISIS/ISIL menjadi IS. Memanfaatkan momentum kehadiran Ketua PPI Turki, Arya SandhiYudha, yang sedang ada acara di Semarang KAMMI Semarang mengadakan diskusi di WM Mas Pur 4. Selain Bang Arya, KAMMI Semarang juga menghadirkan Mas Ibnu. Mantan pengurus KAMMI Semarang yang sedang study S2 hukum di Undip.

Satu hal yang membuat saya pribadi ingin hadir ke acara ini, selain karena pengurus, adalah karena ingin tahu tentang Islamic State ini. Karena walaupun ramai diberitakan tetapi informasi tentang IS ini rasanya masih terbatas. Apalagi Bang Arya bermukim di Turki, yang notabene berbatasan dengan Suriah. Tetapi semua yang hadir malah mendapat sudut pandang baru tentang IS ini dari Bang Arya. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.